Perjalanan (lumayan) Panjang Menuju Rak Buku
Perjalanan (lumayan)
Panjang Menuju Rak Buku
“A room without books is like a body without a soul.”
![]() |
| Buntelan buku dari Melbourne 💖 |
Tentu bukan kapasitas saya mendebat Cicero, sebab, seperti yang kita sama-sama tahu, Cicero jelas seorang yang banyak tahu dan saya
“Hampa terasa hidupku tanpa dirimu...”
Kalau itu yang ngomong Ari Lasso, dan saya tentunya dapat mengatakan yang sama terhadap buku... Bahwa tanpa mereka, sepi hidup saya.. Bener!
Nyaris tak ada hari tanpa buku dalam genggaman, dan ini berarti list panjang PR bacaan yang harus saya miliki demi tercapainya target membaca minimal lima buku per bulan. Iya, minimal, karena ketika senggang, target lima buku per pekan bukan perkara susah buat saya. 😂
Wajar jadinya, memilih buku dalam hidup seorang Ermawati tentulah bukan perkara 1+1=2, perlu pertimbangan - dan pertimbangan - dan pertimbangan, sebelum akhirnya saya memutuskan sebuah buku layak saya beli dan baca. Ada yang pada akhirnya saya memutuskan cukup cari pinjaman saja pada yang punya, tetapi ada pula yang setelah saya membacanya, saya memastikan harus memilikinya, yang kadang orang bilang : buat apa beli kalau udah baca! But hey, I’m different, heheee...
Maka ketika masa berburu itu tibaa..., inilah yang biasanya saya lakukan...
Pertama, saya yakinkan
diri bahwa pengaruh buku ini adalah baik, ada pengetahuan yang saya dapatkan
dan bermanfaat bagi hidup saya dengan beragam warnanya. Setelah saya yakin,
saya cari reviewnya, cerita orang-orang yang telah membacanya. Tentu
tidak sembarang orang, biasanya blog yang tergabung dalam blogger buku
Indonesia dan review dalam Goodreads-lah yang saya baca. Dengan
mempertimbangkan pula asal bukunya, dapat gratisan kah? Atau buntelan penerbit?
Saya biasanya meletakkan review yang bukunya model begini belakangan,
karena kadang orang menulis bagusnya saja tapi menyembunyikan kekurangan
bukunya...
Ingat, bukan sinopsis
yaa... Sinopsis biasanya ada di resensi atau juga
dapat kita lihat di belakang buku, kadang bagi saya sinopsis kurang menggambarkan
isi buku. Dengan membaca preview saya bisa menilai apakah saya suka
dengan gaya bahasa penulisnya, cara bertuturnya, dan tulisan dalam bukunya.
Jelaaaas.... background dan track record penulis memudahkan saya memahami pola pikir dan nilai yang ia bagi dalam bukunya. Tentu berbeda membaca buku jenis travelogue yang ditulis oleh Trinity yang basicnya pegawai dan travel awalnya untuk have fun, dengan kisah perjalanan Agustinus Wibowo atau Matatita yang keduanya adalah wartawan, ambiencenya beda.
Juga tentu berbeda
membaca historical
fiction yang ditulis
Sinta Yudisia yang terkenal akan risetnya yang mendalam dibanding penulis lain
yang asal comot kejadian dan kurun waktu tetapi tidak ngeblend dengan
jalinan kisahnya. Jika saya sudah cocok dengan penulisnya, biasanya saya
memburu buku-bukunya. Koleksi.
Pernah kecewa dengan buku
penulis yang disukai?
Pernah... kadang harapan saya se-apa, ternyata pas baca ngedrop... tak seperti biasanya kualitas penulisannya. Yah... tinggal pemakluman kita saja, bahwa penulis juga manusia kan? Ada naik dan turunnya.
Pernah... kadang harapan saya se-apa, ternyata pas baca ngedrop... tak seperti biasanya kualitas penulisannya. Yah... tinggal pemakluman kita saja, bahwa penulis juga manusia kan? Ada naik dan turunnya.
*mak.emak.irit
Memungkinkan? Terjangkau? Masuk akal? Cusss... beliii...
Kadang saya nemu buku yang sudah lama diincar tapi ga dibeli karena mahal, eh di obralan ketemu dengan harga miring, entah karena diskon, entah karena stok lama atau juga bekas display, selama buku masih utuh saya ga keberatan...
Siapa tahu, yang tadinya hanya suka membaca, suatu hari kita akan menjadi penulis yang bukunya dibaca orang-orang, Aamiin...
Bisa jadi, berawal dari hanya
membaca, buku datang sendiri pada kita, karena kita rajin menulis review
buku-buku yang kita baca. Enak kan? Gratisan.... :P
Apakah saya pernah mendapat buku
gratisan seperti ini? Pernah, Alhamdulillah. J
Yang terjauh berasal dari Melbourne, Australia sana, sebuah buku berjudul
Yang terjauh berasal dari Melbourne, Australia sana, sebuah buku berjudul
Home Country, yang ditulis oleh T.W. Lawless. Dipaketkan
dengan kemasan rapi dan apik, membuat bahagia saya yang menerimanya.
Penampakannya dapat dilihat diawal tulisan ini... 😇
Penampakannya dapat dilihat diawal tulisan ini... 😇
Ok
kawans...
Happy Reading !
Happy Reading !
Erma@2017

0 komentar:
Posting Komentar