Selasa, 07 Februari 2017

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Sosial




sumber gambar : flickr


Manusia diciptakan Tuhan dengan begitu banyak potensi dan kelebihan dalam dirinya. Karena begitu banyak potensi yang ia miliki, manusia mendapat banyak sebutan yang merujuk padanya. Homo economicus, adalah sebutan bagi manusia karena dalam hidupnya ia selalu mempertimbangkan pilihan-pilihan yang paling bermanfaat bagi dirinya dalam aspek ekonomi. Homo religous, adalah sebutan bagi manusia karena ia terhubung dengan penciptanya dan mempercayai keberadaanNya.

Manusia, meskipun memiliki berbagai potensi, tetap tak bisa menjalani hidupnya sendiri. Ia senantiasa membutuhkan keberadaan manusia lain, baik dikarenakan alasan pemenuhan kebutuhan hidup maupun alasan lain seperti kebutuhan berafiliasi, yang bermakna membentuk persekutuan atau berorganisasi. Semenjak kita lahir sampai kita masuk ke liang lahat, kita membutuhkan kehadiran manusia lainnya. Naluri untuk hidup bersama dengan orang lain inilah yang disebut dengan Gregariousness. Maka dengan demikian manusia merupakan makhluk sosial (Homo Socius). Aristoteles menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat, atau zoon politicon.

Tantangan bagi manusia adalah bagaimana ia menyeimbangkan fungsinya sebagai manusia ekonomi tetapi tidak melupakan fungsinya sebagai manusia sosial. Ditengah pemenuhan kebutuhannya, ia tetap mengingat ada hal lain yang dapat ia lakukan dengan hartanya, yaitu dengan menolong mereka yang tidak berkecukupan. Jika dikaitkan dengan motif ekonomi, alasan orang melakukan tindakan ekonomi tetapi tidak untuk dirinya adalah karena alasan sosial, untuk berbagi dan membantu manusia lainnya. 

Jangan sampai terjadi kondisi homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi manusia lain. Maksudnya, manusia berbuat licik dan curang, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang ia mau sebagai makhluk ekonomi, dengan mengorbankan orang lain, ataupun bersikap tidak peduli terhadap kepentingan orang lain. Menjadi manusia ekonomi dan sosial yang bermoral akan menjadikan dunia lebih nyaman untuk kita tinggali, dan ini sebenarnya yang menjadi salah satu tujuan pendidikan menurut Empat Pilar Pendidikan UNESCO, learning to live together.

Nah, bagaimana dengan dirimu kawan, apa yang sudah kamu lakukan untuk orang lain disekitarmu?
Ayo pilih peran terbaikmu dan lakukan sekarang juga!

Sumber :
-          IPS Terpadu untuk Kelas VII, Sri Umasih dkk., Ganeca Exact, Jakarta 2007
-          www.harunarcom.blogspot.com
-          Gambar : www.flickr.com

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Blog Archive

Blog Stats

About Me

Foto saya
seorang perempuan yang ingin berbagi megahnya dunia dengan kata-kata...

Search

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers