Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Sosial
![]() |
| sumber gambar : flickr |
Manusia
diciptakan Tuhan dengan begitu banyak potensi dan kelebihan dalam dirinya. Karena
begitu banyak potensi yang ia miliki, manusia mendapat banyak sebutan yang
merujuk padanya. Homo economicus, adalah sebutan bagi manusia
karena dalam hidupnya ia selalu mempertimbangkan pilihan-pilihan yang paling
bermanfaat bagi dirinya dalam aspek ekonomi. Homo religous,
adalah sebutan bagi manusia karena ia terhubung dengan penciptanya dan
mempercayai keberadaanNya.
Manusia, meskipun memiliki berbagai potensi, tetap
tak bisa menjalani hidupnya sendiri. Ia senantiasa membutuhkan keberadaan
manusia lain, baik dikarenakan alasan pemenuhan kebutuhan hidup maupun alasan
lain seperti kebutuhan berafiliasi, yang bermakna membentuk persekutuan
atau berorganisasi. Semenjak kita lahir sampai kita masuk ke liang lahat, kita
membutuhkan kehadiran manusia lainnya. Naluri untuk hidup bersama dengan orang
lain inilah yang disebut dengan Gregariousness. Maka dengan demikian manusia
merupakan makhluk sosial (Homo Socius). Aristoteles menyatakan bahwa manusia
adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat, atau zoon politicon.
Tantangan bagi manusia adalah bagaimana ia menyeimbangkan fungsinya
sebagai manusia ekonomi tetapi tidak melupakan fungsinya sebagai manusia
sosial. Ditengah pemenuhan kebutuhannya, ia tetap mengingat ada hal lain yang
dapat ia lakukan dengan hartanya, yaitu dengan menolong mereka yang tidak
berkecukupan. Jika dikaitkan dengan motif ekonomi, alasan orang melakukan
tindakan ekonomi tetapi tidak untuk dirinya adalah karena alasan sosial, untuk
berbagi dan membantu manusia lainnya.
Jangan sampai terjadi kondisi homo homini lupus, manusia
menjadi serigala bagi manusia lain. Maksudnya, manusia berbuat licik dan
curang, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang ia mau sebagai makhluk
ekonomi, dengan mengorbankan orang lain, ataupun bersikap tidak peduli terhadap
kepentingan orang lain. Menjadi manusia ekonomi dan sosial yang bermoral akan
menjadikan dunia lebih nyaman untuk kita tinggali, dan ini sebenarnya yang
menjadi salah satu tujuan pendidikan menurut Empat Pilar Pendidikan UNESCO,
learning to live together.
Nah, bagaimana dengan dirimu kawan, apa yang sudah kamu lakukan untuk
orang lain disekitarmu?
Ayo pilih peran terbaikmu dan lakukan sekarang juga!
Sumber :
-
IPS Terpadu untuk Kelas
VII, Sri Umasih dkk., Ganeca Exact, Jakarta 2007
-
Gambar : www.flickr.com

0 komentar:
Posting Komentar