Tak Kenal maka Ta'aruf : PETA
![]() |
| sumber gambar : indonesiamengajar.org |
Istilah peta
tentu tak asing lagi bagi kita. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pasti
pernah mendengar atau bahkan menggunakannya. Tetapi apakah kita mengenali apa
peta sebenarnya? Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar
yang diperkecil dengan skala tertentu.
Istilah peta atau map dalam bahasa Inggris berasal dari
kata mappa (Yunani) yang berarti kain penutup meja. Wah, berarti
taplak dong ya?. Iya teman.. Nah, jika kumpulan peta-peta kita buat dalam
bentuk buku, maka jadilah Atlas. Kalau begitu, yang kita jumpai dalam
kartu undangan, flyer promosi, atau brosur wisata itu juga peta ya? Ternyata
bukan lho. Apa yang kita lihat dalam keseharian kita itu adalah sketsa
atau denah, karena dibuat tidak dengan skala dan ditujukan untuk
menginfokan hal tertentu saja.
Seni, ilmu
pengetahuan, dan teknologi tentang pembuatan peta, sekaligus cakupan studinya
sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni disebut Kartografi, dan
orang yang ahli dalam bidang tersebut dikenal dengan nama kartograf. Peta
dibuat dengan ketentuan-ketentuan yang mengikat, yang sifatnya konvensional dan
selektif. Konvensional karena simbol dan lambang yang digunakan pada peta
telah disepakati ahli kartografi, sedangkan selektif berarti peta
tersebut hanya menampilkan sebagian informasi dari kenampakan bumi kita ini.
Lalu apa saja manfaat
peta bagi kita? Secara umum peta bermanfaat untuk memberikan pengetahuan
mengenai arah, letak, luas, jarak, dan bentuk permukaan bumi, juga dapat
dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, dasar perencanaan dan pengambilan
keputusan, penyajian informasi, juga pemberi motivasi lho!
Bagaimana
teman, ingin merasakan manfaat peta? Coba pajang peta dunia dikamarmu, lalu
tandai wilayah mana saja yang ingin kamu singgahi dan tuliskan alasannya!
Sumber :
-
Buku Paket IPS Terpadu
untuk IPS Kelas VII, M.Yasin dkk., Ganeca Exact Jakarta, 2007.
-
BSE IPS Terpadu untuk SMP
Kelas VII, Muh. Nurdin, dkk., Pusat Perbukuan Depdiknas Jakarta, 2008

0 komentar:
Posting Komentar